Teori Pengukuran kesuburan tanah
Cara Praktis Mengetahui Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah sangat penting bagi keberhasilan petani dalam bercocok tanam. Sebab, hampir semua tanaman sangat membutuhkan unsur hara yang baik lagi cukup agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Hanya tanaman kaktus dan sedikit tanaman lainnya yang masih bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang tandus lagi kering.
Kesuburan tanah bergantung kepada banyak hal, termasuk usia pemakaian tanah. Tanah yang sudah sering digunakan untuk bercocok tanam, akan lebih miskin dari pada tanah yang baru dibuka.
Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah bukanlah hal yang mudah. Sebuah uji laboratorium harus dilakukan terhadap contoh-contoh tanah yang diambil dari beberapa lokasi tanah yang akan diketahui tingkat kesuburannya.Dan, hal ini bukanlah hal yang mudah dijangkau oleh para petani di pelosok daerah.
Secara sederhana, ada beberapa cara untuk mengetahui kesuburan tanah. Yang pertama adalah dengan menanam jagung pada tanah itu. Pertumbuhan jagung adalah indikator yang sangat baik dan akurat untuk mengukur kemudian menunjukkan tingkat kesuburan tanah.
Cara kedua ialah dengan memperhatikan rerumputan, termasuk ilalang, yang tumbuh di atas tanah itu. Jika rumput dapat tumbuh denga subur hijau royo-royo, maka berarti tanah itu subur. Bila rumput tumbuh subur sedangkan tanaman tidak subur, maka yang kurang biasanya hanyalah air.
Cara ketiga adalah dengan menggunakan sebuah alat hasil rakitan Maspary. Alat ini menggunakan sistem kelistrikan yang sederhana. Asas kerjanya adalah bahwa tanah yang subur mengandung banyak mineral dan unsur hara, sehingga merupakan penghantar listrik yang baik. Sedangkan tanah yang tandus hanya sedikit atau tidak menghantarkan listrik sama sekali.
Cara menggunakan alat pengukur kesuburan tanah:
- Ambil segenggam tanah yang akan kita uji. Masukkan kedalam gelas dan tambahkan air murni/ air mineral sampai macak-macak. Aduk-aduk sampai merata (homogen)
- Ambil alat penguji kesuburan tanah pasang lampu bohlam 100 watt (bukan lampu TL), dan masukkan jack ke stop kontak.
- Tancapkan ujung alat penguji kesuburan tanah ke dalam gelas yang berisi tanah yang akan kita uji tersebut.
- Semakin terang nyala lampu tersebut berarti semakin subur tanah kita.
- Jika nyala lampu redup atau bahkan tidak menyala sama sekali kita harus menambahkan pupuk organik ke lahan kita agar kesuburannya bisa kembali.
Hati-hati ketika jack menancap pada stop
kontak!! Jangan memegang besi ujung alat pengukur kesuburan tanah atau
yang terhubung olehnya. Contoh: Jangan menyentuh tanah dan air beserta
pengaduknya ketika sedang diukur kesuburannya (ketika ujung alat masih
menancap di tanah tersebut).
Kesuburan tanah sangat erat kaitannya dengan kandungan bahan organik
tanah. Semakin banyak bahan organik yang terkandung dalam tanah maka
akan semakin subur tanah tersebut. Sehingga jika terjadi permasalahan
kesuburan pada tanah kita sosusinya tentu pupuk organik. Untuk
menjelaskannya coba lihat uji coba sederhana dari Maspary berikut ini:
Kami mengambil dua genggam tanah dari pekarangan,
kemudian kami masukkan masing-masing dalam gelas yang berbeda. Yang satu
tanpa organik (kiri) dan yang satunya lagi kami campur pupuk organik
(kanan).
Lalu kami melakukan tes uji coba terhadap kedua tanah tersebut.
Tanah yang tanpa organik menyala sangat redup
Tanah yang kami campur dengan pupuk organik menyala dengan sangat terang.
Maspary telah mencoba merangkai alat sederhana pengukur kesuburan tanah tersebut dengan sangat praktis, rapih, aman karena rangkaian listrik tertutup oleh plastik paralon yang berkualitas semua (tidak ada rangkaian yang bocor), ringan dan simple (mudah dimasukkan dalam tas dan dibawa kemana-mana). Selain itu alat tersebut juga dirangkai dan di disign sangat kokoh sehingga akan tahan goncangan dan sangat awet digunakan bertahun-tahun. Spesifikasi alat tersebut : Panjang 30 cm, Lebar 18 cm dan berat 325 gr. Sehingga sangat pas digunakan para kelompok tani, penyuluh atau para praktisi pertanian yang lain.
Membuat Sendiri Alat Pengukur Kesuburan Tanah
Alat dan Bahan:
1. Kabel 2 Meter
2. Kop Lampu
3. Lampu pijar (minimal 40 watt)
4. Selotip
5. Wadah Untuk Tanah Uji Coba
Cara Kerja:
1. Rangkai alat-alat diatas menjadi seperti berikut:
2. Perhatikan: semua media tanah dicampur air.Coba perhatikan jika sebagai media konduktor menggunakan tanah gersang, tanah subur, dan pupuk cair organik? Silahkan anda simpulkan sendiri.
Masukkan komentar Anda...bukankah air sebagai penghantar listrik..?
BalasHapusapa bisa pakai lampu led
BalasHapus